WAWANCARA BAPAK WAKIL MENTERI PERDAGANGAN DENGAN PENGURUS KADIN, ASOSIASI, DAN EKSPORTIR BALI

Jumat, 11 Mei 2012

 
  Disela sela kesibukan Bapak Wakil Menteri Perdaganganm membuka Pertemuan Asean Commitee on Consumer Protection ( ACCP ) ke 5 yang berlangsung di Bali dari tanggal 2 sampai 4 Mei 2012, Bapak Wakil Menteri Perdagangan , Bayu Krisnamurthi berkesempatan wawancara dengan pengurus Kadin, Asosiasi, dan Eksportir.

Terdapat 5 hal yang menjadi kesimpulan pembicaraan yaitu :
1. Keberatan eksportir terhadap masalah yang diterapkan oleh Bank Indonesia dalam rangka transaksi, eksportir yang tidak boleh menarik dana lebih dari US $ 1,000 per hari sehingga eksportir merasa tidak efisien dalam bertransaksi dengan Bank Indonesia.

2. V Legal yang akan berlaku 1 Januari 2013 dan secara mandatory akan diberlakukan 1 Maret 2013 dengan Uni Eropa terhadap produk kayu Indonesia menyulitkan perajin Bali, karena kerajinan Bali merupakan produk UKM yang dihasilkan oleh Home Industri. Sekalipun telah di advokasi adanya ke1lompok APIK (Asosiasi Perajin Industri Kecil) Buleleng telah memasuki proses Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu, tetapi masih ada kendala yaitu pada ijin industri primer. Untuk itu para perajin Bali mohon adanya pengecualian terhadap kondisi tersebut sambil tetap berupaya untuk mendapatkan V Legal. Salah satu cara agar kerajinan Bali tetap eksis yaitu kerajinan Bali merupakan kerajinan yang tumbuh dan hidup dari hasil karya masyarakat Bali yang ditopang oleh seni dan budaya lokal. Bapak Wakil Menteri menyarankan agar dibuat satu thema untuk kerajinan Bali misalnya “Art and Life Style†sehingga semua produk Bali yang dibuat oleh masyarakat bali memiliki thema tersebut.

3. Pameran
Pameran dalam negeri Trade Expo Indonesia, IFFINA, INACRAFT, CRAFINA, Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week dan lain – lain sudah merupakan agenda tahunan di Indonesia , tetapi karena Bali merupakan sebuah nama yang mampu menarik orang untuk datang perlu dipikirkan untuk membuat pameran skala Internasional di Bali khusus untuk produk Handicraft. Agar perajin Bali, lebih mampu meningkatkan diri terutama pada pameran Internasional seperti Trade Expo Indonesia maka perlu adanya Workshop untuk meningkatkan kemampuan perajin dalam mengikuti pameran seperti : pengetahuan tentang cost pricesing, transaksi, prosedur ekspor, impor, logistik, dan di Trade Expo Indonesia bukanlah pameran Retail tetapi Whole Sale Untuk itu Bapak Wakil Menteri akan memberikan kesempatan Workshop pada bulan Juni 2012 terhadap calon perajin yang akan ikut pada TEI tanggal 17,18,19 Oktober 2012.

4. Logistik
Pengiriman barang / pengapalan barang dari Bali ke negara tujuan yang mengalami hambatan dan cost yang tinggi adalah pengiriman dari Bali ke Surabaya dengan menggunakan kentener dan ini berpotensi besar terhadap perusakan jalan, kemacetan, kecelakaan. Agar dipikirkan bersama bagaimana salah satu Pelabuhan di Bali bisa menjadi pelabuhan Export Import.

5. Revitalisasi Pasar Tradisional
Dalam rangka mengantisipasi maraknya jejaring pasar modern, Bapak Wakil Menteri menyetujui agar pasar – pasar tradisional di Kabupaten / Kota se – Bali diberi bantuan seperti yang sudah terjadi di Pasar Agung Denpasar.

Bapak Wakil Menteri meminta agar segera diajukan Proposal untuk itu. Terhadap hal – hal tersebut diatas Kadis Perindag Prov. Bali telah mengkoordinasikan dengan beberapa Kabupaten/Kota dan para Eksportir, Asosiasi untuk ditindak lanjuti.
 
Sumber : Humas Disperindag Prov. Bali