Strategi dan Arah Kebijakan

Kamis, 28 Oktober 2010

Strategi :

Upaya mewujudkan Bali yang suci, agung; maju, aman, damai dan sejahtera (Mandara), maka strategi pengembanagan sektor industri dan perdagangan, diarahkan pada hal-hal sebagai berikut:

  1. Memfasilitasi peningkatan promosi maupun pemasaran.berpromosi dan menjual produk serta menerima order, memfasilitasi pameran taraf internasional/nasional, mengupayakan design centre dan pengembangan produk sesuai selera pasar.
  2. Memberdayakan ekonomi kerakyatan.Unit usaha mikro kecil dan menengah mampu mandiri, memfasilitasi modal bergulir ataupun membantu akses permodalan dengan Bank dan atupun lembaga keuangan non bank.
  3. Memfasiltasi Peningkatan efektifitas dan efisiensi perdagangan.
  4. Mengupayakan peningkatan perlindungan konsumen, tertib ukur, dan memperkuat sistem pengawasan barang dan jasa. Pelaksanaannya dilakukakan melali program perkuatan sistem dan pelaksanaan pengawasan barang beredar terutama barang-barang yang menyangkut aspek keselamatan, kesehatan,keamanan lingkungan (K3L), tertib usaha dan tertib ukur. Optimalisasi peran laboratorium kemetrologian serta peran laboratorium Balai pengujian dan sertifikasi mutu barang (BPSMD).
  5. Mengupayakan adanya integritas pasar yang baik, tertib, teratur, dipercaya dan pembentukan harga yang transparan merupakan salah satu cerminan terhadap tingkat efektivitas mekanisme pasar. Lancarnya distribusi barang, tersedianya stock secara berkesinambungan serta tidak adanya beban distribusi yang tidak resmi dan berlebihan merupakan wujud dari mekanisme perdagangn yang efisien.
  6. Memprioritaskan pembinaan IKM (Industri Kecil Menengah) yang berorientasi ekspor dan menggunakan bahan baku lokal.Yaitu peningkatan keterampilan para perajin melalui pelatihan dan magang serta mendidik calon pengusaha melalui inkubator. Juga menggunakan sistem kluster dan fokus pada satu desa satu produk (OVOP).
  7. Mengupayakan tersedianya bahan baku industri kerajinan.
  8. Yaitu memfasilitasi adanya kerjasama dengan daerah lain sebagai penghasil bahan baku yang dibutuhkan oleh para pengerajin
  9. Memfasilitasi pengembangan ekspor komoditi unggulan.
  10. Selain komoditi kerajinanan yang sanagat potensial sebagai komoditi ekspor, di Bali juga di upayakan pengembangan komoditi agro, mengingat pangsa pasar cukup luas .
  11. Mengupayakan peningkatan pelayanan informasi. Menyediakan dan memberikan berbagai informasi mengenai kebijakan maupun teknis pelaksanaan berkenaan dengan sektor industri dan perdagangan, bagi masyarakat, lembaga/instansi yang membutuhkan.
  12. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual(HKI). (Mensosialisasikan dan bimbingan melalui pembentukan Klinik HKI).
  13. Memfasilitasi pemasyarakatan teknologi industri.Menyarankan para pengusaha/pengerajin mau dan dapat menggunakan teknologi tepat guna(TTG) sehingga terwujud efisiensi produksi.
  14. Mengupayakan bantuan tenaga akhli teknik dan desain untuk diverfikasi produk. Yaitu memfasilitasi para pengerajin mendapat bantuan tenaga yang akhli di bidang teknik dan desain produk kerajinan, sehingga diperoleh kreatifitas inovsi produk dengan desain memenuhi selera pasar sehingga dapat bersaing di pasar global.
  15. Melakukan fasilitasi untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kelompok industri kecil, kreatif, meliputi periklanan, arsitektur, pasar seni, kerajinan, desain, penerbitan./percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi & radio, riset dan pengembangan.
  16. Melakukan pembinaan kepada para eksportir maupun calon eksportir dalam rangka peningkatan SDM.
  17. Melakukan sosialisasi peraturan-peraturan kepada pelaku usaha baik importir maupun eksportir.
  18. Peningkatan peran kelembagaan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada eksportir dan importir.
  19. Pembinaan untuk peningkatan daya saing produk unggulan daerah.
  20. Peningkatan akses pasar ke negara-negara target ekspor melalui promosi.
  21. Melakukan pengembangan pasar dengan pengamatan terhadap pasar potensial, segmen pasar, pemasok, dan pesaing.
  22. Melaksanakan sinkronisasi dan koordinasi dengan Stakeholders dalam rangka masukan untuk kerjasama perdaganagan internasional.

Arah Kebijakan :

Konsep dasar dari pengembangan industri regional dengan mengkaitkan dan mensinergikan aspek menciptakan kompentensi inti daerah ditunjang kemampuan dalam melakukan regional marketing dan membangun jejaring(kerjasama antar daerah).Kompentensi inti memenuhi kriteria seperti: (a) Memberikan akses potensial pada beragam pasar, (b) mampu memberikan yang signifikan bagi manfaat pelanggan produk akhir dan (c) unik sehingga sulit di tiru oleh pesaing. Dengan hal itu diharapkan pembangunan industri di daerah dapat lebih efisien, efektif dan produktif, pembinaan lebih fokus, menyumbang nilai tambah dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Sehingga dapat meningkatkan daya saing daerah, dan harus mampu ikut memberikan tercapainya keinginan dalam aspek-aspek seperti:
Ekonomis; Kultur(budaya Hindu Tri Hita Karana); dan teknologi.

Berdasarkan aspek-aspek tersebut maka kebijakan Disperindag. Prov. Bali diarahkan sebagai berikut:

  1. Arah kebijakan perdagangan luar negeri Bali adalah meningkatkan daya saing produk Bali di pasar global.
  2. Arah kebijakan perdagangan dalam negeri adalah meningkatkan kesadaran penggunaan produksi dalam negeri.
  3. Arah kebijakan industri adalah menumbuh kembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) agar menjadi industri yang mampu dan mandiri, serta berkembangnya industri kreatif.