PASAR LELANG FORWARD KOMODIT I AGRO

Kamis, 16 Agustus 2012

Pasar Lelang sudah berkembang di berbagai daerah di Indonesia seperti ( Sumut, Sumbar, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat , Jawa Tengah , Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Bali.

Masalah yang selalu dihadapi petani adalah tidak memiliki akses pasar, posisi rebut tawar lemah, pembentukan harga tidak transparan, tidak memiliki kemampuan modal , jalur distribusi panjang , tidak ada kepastian harga , komoditas yang dihasilkan mudah rusak dan kualitas komoditas belum sesuai harapan pasar.

Untuk menjawab masalah tersebut dikembangkan pasar lelang dimana antara petani produsen / penjual dipertemukan langsung dengan pembeli , penawaran dilakukan secara terbuka ( transparansi pembentukan harga). Dengan penyelesaian kemudian ( adanya forward contract) petani dapat merencanakan pola tanam dan dapat melakukan penyimpanan komoditas dengan biaya yang rendah .

Jadi tujuan diadakan pasar lelang yaitu :
- Membantu pemasaran hasil pertanian
- Memperpendek rantai pemasaran
- Dapat merencanakan pola tanam
- Adanya kepastian harga
- Sarana untuk mendapatkan informasi harga
- Membentuk pemasaran yang berkeadilan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali selaku penyelengara pasar lelang akan melaksanakan kegiatan tersebut pada Jumat, tanggal 24 Agustus 2012, jam 9.30 Wita , bertembat di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bali Jalan Raya Puputan Renon Denpasar dan jumlah undangan yang disebar untuk suksesnya kegiatan ini kurang lebih 100 undangan

Bentuk kegiatan lelang yang akan dilaksanakan yaitu :
Forward yaitu pasar dengan sistim penyerahan kemudian , melalui kontrak kerjasama yang disepakati dengan dipandu juru lelang dan pelaku usaha yang terlibat dalam pasar lelang forward yaitu :

a. Penjual yaitu: petani/kelompok tani , koperasi, pengusaha, perseorangan dari provinsi, kabupaten/ kota se Baqli
b. Pembeli yaitu : pengusaha , pabrik , swalayan, hotel , pedagang antar pulau di provinsi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta

Dan komoditi dipasarakan dalam lelang forward ini yaitu
1. Sapi potong
2. Babi
3. Telor Ayam
4. Kopi
5. Cengkeh
6. Cabe
7. Tomat
8. Jeruk
9. Salak
10. Beras
11. CVO ( coconut virgin oil )
12. Kelapa
13. Mangga
14. Sayuran , dll

Disamping pelaku dari swasta ada juga instansi pemerintah yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu :
1. Dinas Perindag Provinsi Bali selaku penyelenggara
2. Tim Promotor yaitu tim pendamping yang dibentuk Bappebti untuk membantu penyelengaraan pasar lelang forward yang terdiri dari pelaku usaha dan akademisi
3. Aspartan Bali
4. Asosiasi Pelaku Usaha Pasar Lelang Bali
5. Koperasi Praja Provinsi Bali
6. Dinas terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kab/Kota se Bali
7. Masyarakat Umum
8. BRI, BPD dan Notaris

Khusus untuk pasar lelang forward komoditi agro untuk memperlancar pelaksanaan lelang diharapkan para peserta untuk :
1. Memberikan konfirmasi lebih awal tentang komoditi yang akan dijual/dibeli di pasar lelang kepada Tim/Panitia Penyelengara Pasar Lelang.
2. Mengisi formulir jual/beli yang disediakan panitia
3. Membawa/melampirkan foto copy KTP
4. Penjual membawa contoh komoditi yang ditawarkan .
5. Pembeli harus memiliki Bank Garansi atau Down Payment ( DP )
6. Penjual harus memiliki Bank Garansi atau Rekomendasi kepemilikan barang dari Instansi terkait.
7. Penjual dan pembeli harus membawa 1 ( satu ) set Anggaran Dasar PT/CV dan Pengesahan Kehakiman , Susunan Direksi dan Komisaris serta KTP Direktur / Direktur Utama.

Pengembangan sistim pasar lelang harus sederhana , dapat dilaksankan dimana saja , tertib dan berkelanjutan , dibangun terpusat , berlaku nasional dan pelaksanaannya desentralisasi.

Keanggotaan pasar lelang diverifikasi/akreditasi oleh Dinas terkait. Sertifikat dan kartu anggota pasar lelang diterbitkan oleh penyelenggara pasar lelang (Dinas Perindag Prov. Bali )

Untuk mendapatkan kepastian penyelesaian kontrak jual beli ( forward contract ) di pasar lelang , maka bagi anggota pasar lelang dapat memanfaatkan sistim penjaminan .

Untuk menjaga integritas pasar, telah diterbitkan SK Menperindag No. 650/MPP/10/2004 tentang Ketentuan Penyelenggaraan Pasar Lelang. Selain itu juga telah dikembangkan sistim elektronik front office dalam rangka membantu pelaksanaan lelang dan sistim back office dalam rangka mengawasi transaksi , membantu penyelengaraan untuk melakukan peringatan dini, mencatat hak dan kewajiban anggota pasar lelang serta informasi data transaksi.
 
Sumber : Humas Perindag