Maksud dan Tujuan

Kamis, 28 Oktober 2010

Maksud :

Bidang Perindustrian Prov. Bali menayangkan web Disperindag Prov. Bali dengan email disperindag@baliprov.go.id bermaksud memberikan masukan kepada masyarakat/stakeholder yang bergerak dibidang usaha, industri dan dagang agar mampu mengakses keberadaan Disperindag Prov. Bali terhadap hal – hal yang telah dilakukan, sampai saat ini dan kedepannya. Disamping itu Disperindag berusaha seoptimal mungkin memberi pelayanan kepada masyarakat maupu stakeholder industri dan dagang, dan sebaliknya juga masyarakat memberi saran dan kritisi yang membangun kepada Dinas. Terhadap sequensi itu masyarakat menjadi terinspirasi meningkatkan memperoleh margin dengan usaha yang profesional, terciptanya distribusi, pengadaan barang/pangan terpenuhi, tersedia serta aman dipakai dan dikonsumsi masyarakat. Adapun manfaat lainnya adalah untuk meningkatkan efesiensi perdagangan dan dalam negeri. Adanya perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan, peningkatan dan penanganan ekspor, pengembangan industri kecil dan menengah, dan maupun pelayanan HKI.

Tujuan :

Berdasarkan Visi dan Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, maka dapat dikemukakan tujuan sektor industri dan Perdagangan tahun 2009-2013, yaitu:

  1. Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang tangguh.
  2. Mengembangkan industri kecil dan industri rumah tangga berdaya saing tinggi.
  3. Meningkatkan kemitraan pemasaran hasil industri kecil dan menengah.
  4. Meningkatkan minat investasi dengan menyederhanakan kebijakan dan regulasi.
  5. Meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi pengangguran.

Sasaran :

Sasaran sektor industri dan perdagangan tahun 2009-2013 yaitu:

  1. Terwujudnya mekanisme pasar yang baik, tertib, teratur, transfaran, serta terpercaya, melalui sistem pasar lelang.
  2. Terwujudnya iklim usaha perdagangan dalam negeri maupun luar negeri yang kondusif.
  3. Meningkatnya jumlah pengusaha yang dapat memanfaatkan sarana promosi.
  4. Meningkatkan pengusaha kecil menengah yang tumbuh dan berkembang menjadi pedagang yang mampu dan mandiri dalam mengelola usahanya.
  5. Terwujudnya pelayanan prima di sektor perdagangan.
  6. Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri.
  7. Meningkatnya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan masyarakat.
  8. Terciptanya disparitas produk yang beragam.
  9. Terciptanya peluang pasar yang lebih luas.
  10. Terciptanya daerah Bali sebagai Market Point bagi Indonesia.
  11. Terciptanya SDM Birokrasi yang memiliki Kompetensi di bidang Perdagangan Luar Negeri.
  12. Berkembangnya kelompok industri kreatif.
  13. Pertumbuhan sektor industri rata-rata pertahun 5-8%.
  14. Meningkatnya pendapatan sektor perdagangan rata-rata pertahun 10-12%.
  15. Meningkatnya ekspor non migas Bali rata-rata 2,5% pertahun.